Jakarta -- Seorang pejabat pemerintah Kerajaan Arab Saudi, Awwad Alawwad, membantah tuduhan melontarkan ancaman pembunuhan kepada Penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, yang menangani kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
Dilansir Middle East Eye, Jumat (26/3), pernyataan itu disampaikan Alawwad beberapa jam setelah laporan soal ancaman pembunuhan terhadap Callamard diterbitkan oleh surat kabar The Guardian.
Alawwad yang juga merupakan Presiden Komisi Hak Asasi Manusia Arab Saudi menyampaikan bantahan itu melalui Twitter. Dia menyangkal tudingan menyarankan atau melontarkan ancaman untuk menghabisi Callamard.
"Meski saya tidak ingat dengan konteks percakapan saat itu, saya tidak pernah berniat atau mengancam keselamatan orang-orang yang ditunjuk PBB ataupun pihak lain terkait persoalan itu," tulis Alawwad.
"Saya sangat kecewa karena pernyataan saya dianggap sebagai ancaman," kata Alawwad.
Juru bicara urusan hak asasi manusia PBB, Rupert Colville, mengonfirmasi langsung ancaman terhadap Agnes Callamard yang pertama kali diungkap The Guardian ini.
"Kami mengonfirmasi bahwa detail berita Guardian mengenai ancaman terhadap Agnes Callamard memang akurat," ujar Colville kepada Reuters.
Callamard mengatakan kepada The Guardian bahwa ia mengetahui ancaman itu dari temannya. Menurut rekannya, ancaman itu terlontar saat pertemuan antara delegasi Saudi dengan pejabat PBB di Jenewa, Swiss.
Dalam pertemuan itu, sejumlah pejabat Saudi mengkritik hasil temuan Callamard mengenai kasus Khashoggi yang menyatakan bahwa Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), bertanggung jawab atas pembunuhan wartawan The Washington Post itu.
Kemudian, seorang pejabat senior Saudi, yang ternyata adalah Alawwad, terdengar berkata kepada orang di sekitarnya untuk bersiap "mengurus dia [Callamard]." Hal itulah yang dinilai Callamard sebagai ancaman terhadapnya.
Khashoggi merupakan seorang kolumnis surat kabar The Washington Post yang kerap mengkritik Pangeran Mohammed bin Salman. Dia tewas di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober 2018 setelah sempat dinyatakan hilang.
Walau sempat membantah, pemerintah Saudi akhirnya mengakui Khashoggi tewas di dalam gedung konsulat itu. Namun, mereka berkeras pihak kerajaan tak terlibat pembunuhan jurnalis itu, dan menegaskan pembunuhan itu dilakukan oleh pejabat Saudi tanpa perintah dan tidak diketahui siapapun.
Sumber cnnindonesia.com