Naikkan Harga BBM, SBY Tunggu 'Wangsit' Chairul Tanjung
03 April 2013, 09:12:21 Dilihat: 439x
Martin Bagya Kertiyasa - Okezone
Presiden SBY. (Foto: Setneg)
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tengah menunggu hasil rumusan Komite Ekonomi Nasional (KEN) sebelum memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Pemerintah hingga awal April ini masih mempertimbangkan perlu tidaknya menaikkan harga BBM tersebut.
Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, KEN diberi waktu hingga Kamis 4 April nanti, untuk merumuskan solusi terbaik BBM bersubsidi sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk mengambil keputusan.
Selain kepada Ketua KEN Chairul Tanjung, Presiden SBY juga telah membebankan tugas perumusan ini kepada Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri ESDM Jero Wacik, dan Menkeu Agus Martowardojo.
“Hasil rumusan tersebut akan dilaporkan kepada Presiden SBY sebagai kebijakan dasar agar subsidi BBM benar-benar tersalurkan untuk program pengentasan rakyat miskin,” kata Julian seperti dilansir dari situs Setkab, Selasa (2/4/2013).
Menurut dia, opsi menaikkan harga BBM, ataupun mencabut subsidi, merupakan opsi terakhir bagi pemerintah. Namun, katanya, pemerintah pada dasarnya bertekad mengendalikan subsidi BBM karena telah membawa komplikasi persoalan.
Opsi yang akan diambil, lanjut Julian, antara lain adalah pilihan yang memberikan dampak paling kecil pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat. "Dana penghematannya akan diarahkan untuk membiayai program percepatan pengurangan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Julian.
Menurut dia, pertimbangan subsidi BBM yakni prinsip keadilan, pengurangan kesenjangan ekonomi, dan penyelamatan ekonomi nasional. "Subsidi hanya diperuntukkan bagi mereka yang membutuhkan orang miskin, dan tidak diperuntukkan bagi orang kaya," tukas dia. (mrt)